Musran DPRa PKS Rambutan 2012

Team Ikhwan DPRa PKS Rambutan.

Musran DPRa PKS Rambutan 2012

Team Akhwat DPRa PKS Rambutan.

Musran DPRa PKS Rambutan 2012

Bersama Kita Bisa - Menuju Kemenangan 2014 !.

Musran DPRa PKS Rambutan 2012

Bangun Kerja - Kerja Kita untuk Indonesia yang lebih baik

Musran DPRa PKS Rambutan 2012

Taman Wiladatika Cibubur, Ahad 30 Desember 2012

Minggu, 25 Maret 2012

Hasil Syuro Konsolidasi DPRa PKS Rambutan 24.03.2012

Syuro Konsolidasi DPRa Rambutan Sabtu, 24 Maret 2012
Tempat PAUD Bu Susi RW 02, Pkl 18.30 – 22.00 WIB

Daftar Hadir :
Ikhwan : Agung, Nugroho, Pak Kusnadi, Pak Taufik, Pak Sugeng, Pak Deni, Pak Dian Purnama, Derra Alamanda, Pak Syahril, Pak Mansur

Akhwat : Mba Venny, Bu Nia, Mba Iin, Mba Ani, Bu Yus, Mba Nabila, Mba Susilawati, Bu Tri, Mba Nani

Agenda Pembahasan :
  1. Anggaran
  2. Konsolidasi Kader (Pendataan Kader, Jalasah Ruhiy, Mabit, Rihlah, Jarkom)
  3. Amunisi
  4. Strategi Marketing (Direct Selling, Branding, Baksos, Silaturahim, Media Sosial)
  5. Pemetaan Wilayah Rambutan
  6. Penyiapan Saksi (57 TPS – 6 RW)
  7. Pengerahan Massa
  8. Menjaga Ruhiah (Qiyamullail, Shaum, Tilawah, Sedekah, Ibadah Sunah, Berdoa)

> Penentuan Markaz Amunisi DPRa Rambutan, Tempat Rumah Pak Kusnadi RW03
> Pelayanan Kesehatan Setiap Bulan Bada Acara Pekanan Mabit Ikhwan
> Mabit, Jalasah Ruhiy, Direct Selling (PJ masing – masing Korwil)
> Dijadwalkan Mabit Ikhwan setiap Bulan, Korwil mempersiapkan Tempat, Ustadz, Konsumsi
> Pemetaan Korwe DPRa Rambutan :
                Korwil 1 : Ahmilu Taufik
                Korwil 2 : Agung Nugroho
                Korwil 3 : Kusnadi
                Korwil 4 : Edi Purwoko
                Korwil 5 : Ilham Marnola
                Korwil 6 : Sugeng

> Pendataan kader Rambutan :
PJ Ikhwan               : Pak Kusnadi
PJ Akhwat               : M’Nani
Memastikan Jumlah Kader yang ada di Rambutan, deadline minggu depan 31 Maret 2012

> Pemanfaatan media sosial (Facebook, Twitter, Web), PJ Sekretaris DPRa bekerjasama dengan Tim Media DPC (Agus Purwanto)

> Minggu Depan Mabit Ikhwan Malam Ahad 01 April 2012, Masjid Istiqomah RW 03
> Minggu Depannya lagi Ahad, 08 April 2012 Pelayanan Kesehatan (Pelkes) DPRa di RW 01 PJ Pak Ahmilu Taufik
> Maulid di rumah Bu Tri RW 06, Sabtu, 31 Maret 2012
> Pembentukan Majelis Taklim Ibu – Ibu DPRa Rambutan
> Infaq Kader, minimal Rp. 5000,- dari Januari 2012, PJ Masing – Masing Korwil
> Program Evaluasi Kerja DPRa Rambutan Sepekan Sekali
> Re-Strukturisasi & Job Desk DPRa Rambutan
> Cek Data kader di Daftar Pemilih Sementara (DPS) di masing – masing RT + Sistem Advokasi DPC
> Sentralisasi Jarkom DPRa dari Sekretaris ke semua kader


Sabtu, 24 Maret 2012

Kader Daerah Pun Bergerak

Oleh : Cahyadi Takariawan

“He tangi, tangi…. Iku bosmu sido ndaftar Gubernur Jakarta !” suara melalui
handphone itu demikian keras di telinga Yunus, seorang kader di Palu,
Sulawesi Tengah. Jam 24.00 WITA, Yunus yang sudah tidur menjadi terbangun
karena telpon genggamnya berdering. Rupanya saudaranya dari Banyuwangi
menelpon dengan luapan kegembiraan, karena tengah menyaksikan berita di
televisi proses pendaftaran Hidayat Nurwahid ke KPUD DKI Jakarta untuk
calon Gubernur, berpasangan dengan Didik J. Rachbini.

“Alhamdulillah, sampeyan ngerti seko ngendi ?” tanya Yunus.

“Mulo ndang tangiyo, aku yo isih nonton tivi, lagi ono beritane bosmu
iku…”, jawab saudaranya di Banyuwangi. Yang disebut dengan “bosmu” adalah
Hidayat Nurwahid.

Keluarga Yunus yang berada di Banyuwangi merasa demikian bersyukur, karena
tokoh yang sangat mereka kagumi, Hidayat Nurwahid, mendaftar menjadi calon
Gubernur DKI. Sedemikian gembiranya, mereka tidak sabar berbagi, langsung
menelpon Yunus yang telah istirahat di Palu. Yunus mereka kenal sebagai
aktivis PKS, sementara keluarga yang di Banyuwangi merupakan warga
masyarakat biasa, bukan kader.

Semua Bersyukur

Keluarga Yunus hanyalah salah satu kisah dari sangat banyak kisah serupa.
Saya mendengar banyak kader di wilayah DKI melakukan sujud syukur setelah
pasangan HNW – Didik resmi mendaftar di KPUD. Mereka sangat bersyukur
karena tokoh yang kharismatik ini bisa maju sebagai calon Gubernur DKI.
“Kami semua sangat terharu, dan bersyukur beliau berhasil menjadi calon
Gubernur. Kami semua siap bekerja memenangkan beliau”, ungkap seorang kader
senior di DKI.

Jika banyak kader di DKI melakukan sujud syukur, tentu wajar, karena
perhelatannya memang terjadi di wilayah DKI. Namun ternyata yang merasakan
kegembiraan bukan hanya kader DKI, bahkan kader di luar DKI yang tidak akan
bisa ikut memilih saat Pilkada DKI. Juga bukan hanya kader, termasuk
simpatisan dan masyarakat umum ikut merasakan kegembiraan. Contohnya adalah
keluarga Yunus di Banyuwangi. Demikian jauh dari Jakarta, dan tidak akan
bisa ikut memilih saat Pilkada DKI karena tidak tinggal di Jakarta, namun
kegembiraannya demikian membuncah.

Yunus pun segera membangunkan isterinya, dan mereka berdua dengan antusias
menyaksikan berita televisi tentang pendaftaran pasangan HNW – Didik di
KPUD DKI. Mereka merasa sangat berbahagia, dan ikut merasakan semangat yang
membara ingin terlibat memperjuangkan kemenangannya. Yunus tinggal di
Sulawesi Tengah, namun ia tergerak untuk memberikan dukungan dalam bentuk
apapun yang bisa dilakukannya.

“Saya akan mengontak teman dan kerabat saya yang tinggal di wilayah
Jakarta, agar memilih pasangan HNW – Didik”, ungkap Yunus.

Demikian pula Zuhrif, kader yang tinggal di wilayah Kota Yogyakarta. “Saya
sudah mengontak 22 keluarga saya yang tinggal di Jakarta, agar kelak
memilih HNW – Didik dalam Pilkada”, katanya penuh semangat. Bahkan, ia
menyempatkan diri hadir ke Jakarta agar bisa menyaksikan proses pendaftaran
HNW – Didik ke KPUD DKI secara langsung. Jauh-jauh ia menempuh perjalanan
agar tidak ketinggalan peristiwa yang monumental tersebut.

Falah, seorang kader dari Sleman DIY tidak mau ketinggalan. Dia mengirim
pesan lewat grup BBM, “DPW PKS DIY harus segera membuat instruksi agar
seluruh kader DIY mensukseskan Pilkada DKI, dengan jalan dukungan doa,
tenaga, dan mengontak teman serta kerabat yang tinggal di wilayah Jakarta
untuk memenangkan HNW”.

Sumber : http://cahyadi-takariawan.web.id/?p=2268

Luar biasa, bahkan SMS dari banyak kader di berbagai daerah, menunjukkan
suasana semangat yang sangat membara. Berikut contoh kiriman SMS yang masuk
ke handphone saya, dari berbagai daerah di Indonesia:

“Allahu Akbar ! Inilah saatnya memimpin Jakarta”.

“HNW memimpin Indonesia, melalui DKI Jakarta”.

“Allah beserta kita”.

“Kita bangkit bersama, menangkan HNW di DKI Jakarta”.

“Menuju RI – 1, melalui DKI – 1”.

Masih banyak contoh SMS lainnya yang sedemikian semangat menyambut
pendaftaran HNW menjadi calon Gubernur DKI Jakarta. Semua bersyukur atas
pencalonan HNW, dan ingin terlibat memenangkannya.

HNW

Pilkada yang Menggerakkan

Fenomena semangat yang menggelora sangat terasa. Semua kader ingin segera
bekerja, seakan Pilkada tinggal besok pagi saja. Semua merasa tidak sabar
untuk segera memenangkannya. Pilkada DKI telah menggerakkan semangat,
motivasi, dan kebersamaan kader di seluruh Indonesia. Bukan hanya DKI
Jakarta dan sekitarnya, namun merata sampai seluruh wilayah dan daerah.

Benar-benar Pilkada yang menggerakkan. Seakan ada sesuatu yang turun dari
langit, dan menyentak perhatian kader. Kita harus segera bekerja, dan kita
sudah siap untuk bergerak lebih keras dari sebelumnya. Seorang kader secara
bergurau mengirim SMS kepada saya, “Berterimakasihlah kepada Foke, karena
dia tidak jadi berpasangan dengan kita, sehingga kita justru bisa maju
sendiri. Ini akan membuat kita solid.”

Fenomena tergerakkannya kader ini sedemikian merata. Bukan hanya di DKI
Jakarta. Bahkan semua struktur wilayah menyatakan siap membuat Posko
Pemenangan di Jakarta. Sebagaimana diketahui, Jakarta dihuni oleh
masyarakat dari berbagai etnis dan susku bangsa. Maka semua wilayah
menyatakan siap membuat Posko Pemenangan dalam rangka mengajak warga asal
wilayah masing-masing untuk memilih HNW dalam Pilkada Jakarta.

Tidak perlu instruksi, tidak perlu taklimat. Semangat sudah merata. Seorang
kader senior di Yogyakarta menangis, karena hanya bisa membaca berita
melalui milis dan SMS tentang persiapan pemenangan Pilkada DKI Jakarta, dan
ia merasa tidak bisa membantu apa-apa kecuali doa. Lihatlah, bahkan kader
yang tidak tinggal di Jakarta saja merasa berdosa karena tidak bisa
memberikan bantuan tenaga. Pilakada Jakarta benar-benar menggerakkan kader
dan struktur semuanya.

Banyak kader yang tinggal di luar Jakarta bertanya, “Apa yang bisa kita
lakukan selain doa?” Masyaallah, pertanyaan yang menandakan kecintaan.
Pertanyaan yang menunjukkan telah tergerakkan. “Kami tidak bisa hanya diam
saja dan menonton berita. Kami harus ke sana”, ungkap seorang kader di
kecamatan Banguntapan, Bantul, Yogyakarta dengan penuh semangat menggelora.
“Kami akan menangis kalau hanya melihat berita”, katanya.

Subhanallah, walhamdulillah. Belum pernah saya menyaksikan Pilkada yang
sangat heroik seperti di DKI Jakarta. Baru berita pendaftaran di KPUD saja,
sudah menggerakkan semangat yang membara. Ikatan emosi yang demikian kuat
tercurahkan, dan semua ingin bekerja memenangkan Pilkada Jakarta.

Seorang kader di wilayah Jawa Tengah dengan semangat menggelora mengatakan
telah membuat tim kecil yang akan dikirim ke Jakarta, melakukan “operasi”
ke masyarakat Jawa Tengah yang tinggal di Jakarta. “Operasi ini kami biayai
sendiri. Ini bentuk kontribusi kami bagi kemenangan dakwah di DKI”, kata
kader tersebut. Sayapun dibuat menangis oleh pernyataan ini.

Subhanallah walhamdulillah. Tadi sore melihat gambar HNW sedang rapat
menyusun langkah kemenangan bersama tim, melalui grup BBM. Sayapun kembali
menitikkan air mata. Gambar-gambar semacam itu telah memberikan banyak
cerita. Gambar dan berita Pilkada Jakarta telah menggerakkan hati kita,
nurani kita, semangat kita, kecintaan kita, kebersamaan kita, kesungguhan
kita, perjuangan kita.

Subhanallah walhamdulillah. Semoga Allah berikan kemenangan dan kebaikan
dalam perjuangan dakwah di DKI Jakarta.





Sumber : Mailing List Keadilan4all - Milis PKS (UnOfficial)

Apresiasi Twitterland atas Keteladanan Bang Sani

Rabu, 21 Maret 2012
Bang Sani: 'Saya Tim Sukses Pak HNW, Saya tetap memberikan yang Terbaik"

Triwisaksana atau yang akrab disapa Bang Sani, legowo tidak menjadi calon Gubernur DKI Jakarta di pilgub DKI 2012 ini.

"Saya ikhlas dan legowo, karena ini keputusan Partai, insya Allah yang terbaik untuk semua," katanya.

Bukan itu saja, Bang Sani bahkan mengantar langsung pasangan Hidayat Nur Wahid-Didik J Rachbini ketika mandaftar ke KPUD DKI Jakarta (Senin, 19/3) dan siap all out memenangkan pasangan yang diusung PKS ini.

Ketua MPW DPD PKS DKI Jakarta yang juga Wakil Ketua DPRD DKI ini akan menjadi bagian dari tim sukses pasangan NURANI (Hidayat Nur Wahid-Didik J Rachbini).

"Kalau sebelumnya, Pak Hidayat yang akan berpartisipasi jadi tim kampanye Bang Sani. Sekarang giliran saya yang akan menjadi tim sukses Pak Hidayat dan Pak Didik," kata Bang Sani, di Jakarta, Senin (19/3/2012) ketika diwawancarai media.

"Saya tetap memberikan yang terbaik," ujar Bang Sani di laman akun twitternya @Triwisaksana.

Apresiasi Twitterland atas Keteladanan Bang Sani

Sikap ikhlas dan ketaatan dari Bang Sani atas keputusan hasil syuro PKS ini membuat kader-kader, simpatisan dan masyarakat memberikan apresiasi yang tinggi. Hal ini nampak salahsatunya di social media Twitter,

inilah komentar-komentar mereka......

@MharisArsyad: Bang @Triwisaksana jadi ketua tim sukses HNW-DJR #NURANI. Salut untuk partai yang bisa membangun budaya itsar dan ikhlas.

@maswanto_abii: Belajar keikhlasan dari Panglima perang Khalid bin Walid masa kini, yaitu panglima Jakarta @Triwisaksana , Subhanallah...

@reenasyam: Ust. @Triwisaksana ana semakin cinta dg jalan dakwah ini. Belajar ikhlas dan berbesar hati.

@ibupembelajar: Salut atas ketulusan perjuangan Pak @Triwisaksana. Sy semakin dpt teladan bagaimana nilai2 pergerakan itu seharusnya dijewantahkan

@ddeepthinker: Tbukti tak ada ambisi duniawi utk sbuah posisi,mlainkan ktaatan utk mwujudkn visi. Salut pd bang @Triwisaksana yg bjiwa besar,sukses slalu:)

@fendy28190521: Bang Sani anda telah memberi contoh sebuah gerakan jamaah, kami siap all out. Allahu Akbar.

@bangdip: Bang sani, anda bukti bahwa partai/ jamaah anda mampu melahirkan kader yg berjiwa besar dan fokus pd tujuan besar., salut.

@Layen16: Ksatria. Tidak jadi diusung partainya, tidak sakit hati justru terdepan jadi Timses.

@ismuaza : masih ada yang seperti ini @Triwisaksana

@SriViraChandra: Heran dgn sikap nyantai dan ikhlas @triwisaksana gak jd maju #pilkadadki ? Saya tidak :) nyok, manggung bareng lg di ta'lim, Bang :D

@kang_adhan: bang sani tak maju, bukan soal jabatan, tapi amal dakwah. sukseskan pilkada DKI. semangat bang!!

@roro_fajar: Antum qiyadah yg mengajarkan keikhlasan dlm dakwah

@gunsujatnika: Belajar ta'at dari seorang ustadz @hnurwahid, dan belajar ikhlas dari seorang bang @Triwisaksana. Beginilah dakwah mengajarkan kami :')

@iyanahya: Subhanallah Ust kami begitu salut dengan sikap mu. semoga dapat menjadi contoh

@BroArdy: barakallah, mujahid sejati. Allah Akbar

@muhsyaifulloh: keikhlasan @Triwisaksana meningatkan saya pada panglima Kholid bin Walid di zaman Kalifah Umar, dr Komandan menjadi seorang prajurit biasa

@ustadzhilman: Salut ama bang Sani, mabruuk!

@ustadzhilman: PKS mengajarkan pd publik bgmn beretika dlm berpartai. Partai adlh "kendaraan" bagi ideologi bkn "kendaraan" ambisi pribadi

@RennoIndr: Trima kasih Bang @Triwisaksana telah memberikan pelajaran kpada sy tentang keikhlasan dan ketaatan...Tetap Smangat Abang Sani Abang Kita

@3juhut: Cuma org yg berjiwa besar&tdk ambisi kekuasaan yg bs legowo tdk di calonkan, salut @Triwisaksana. jujur bergetar hati sy lihat fenomena ini

@ahmadnurkhin: Ustadz @triwisaksana, ku hanya mampu meneteskan air mata kebahagiaan dn kebahagiaan. Smoga ku mampu mencontoh.

@asriistiqomah: saya sangat merinding.semoga Bang Sani mendapatkan tempat mulia di hadapan Allah. kami belajar ikhlas.

@cutmeichy: makasih bang, telah memberikan kami beberapa pelajaran tentang ketaatan...

@muhsyaifulloh: belajar dr bang @Triwisaksana tentang ketaatan terhadap Pemimpin dan keputusan musyawarah...Barakallah Ustadz!

@ekoprianof: Banyak pelajaran hidup ana yg di dapat dari antum

@ahmadbay88: kami di bawah disuguhi pembelajaran tentang keikhlasan dari @Triwisaksana dan ketaatan hasil syuro dari @hnurwahid

@bidpuankaltim: pelajaran nyata dr Bang @Triwisaksana ttg Ketaatan seorang prajurit da'wah. smg selalu dlm lindungan Allah

@roziputranasrun: Sepenuh hati kami dukung @Triwisaksana, kini sepenuh jiwa kami dukung keputusan syuro | @hnurwahid - @djrachbini.

@reza_alfikr: pelajaran yang luar biasa tentang keikhlasan dan ketaatan dari sosok @Triwisaksana dan @hnurwahid

@ryfwashere : Blajar bnyk ttg Keikhlasan & Kesabaran dr Pak @Triwisaksana, meskipun batal Cagub DKI, tetap Istiqomah

@indonesia_watch: Bang @Triwisaksana menurutku figur yg luar biasa; tidak melaju sbg cagub PKS dan menjadi komandannya HNW. Ingatkan aku ke figur Khalid.

@KakaLebah: Mo kepilih apa kagak, nyang penting Nyok same2 kita bangun dan kita majuin Jakarte kite..| Jabatan bukan tujuan | @Triwisaksana

@dit_adith: Yg tidak dimiliki parpol lain adalah keiklasan dan ketaatan kader, PKS membuktikan itu @Triwisaksana n @hnurwahid

@Irwansyah_Aceh: bg sani..keteladanan ust dan ust.dayat, memberi hikmah ajar luar biasa utk kami didaerah ttg loyal dan tsiqah..subhanalLah

@prihtionosejati: Salut untuk sikap ustad @Triwisaksana. Semoga menjadi teladan bagi semua kader @PKSejahtera diseluruh dunia.

Wahid Surhim: Mabruk untuk Bang Sani. Mendapatkan pahala bukan hanya dengan menjadi pemimpin yang adil, tapi menjadi prajurit yang taat. Semoga pahala yang besar terus mengalir dari Yang Mahabesar

@malakmalakmal menulis:

Berbulan2 Bang Sani digadang2, tetap ikhlash ketika ust HNW dimajukan. Takkan terjadi di partai lain. #SayaBanggaJadiKaderPKS
Sepenuh hati kami dukung Bang Sani, kini sepenuh jiwa kami dukung keputusan syura. #SayaBanggaJadiKaderPKS
Kami berjuang lewat demokrasi, tp tdk teracuni olehnya. Syura adalah kekuatan kami. #SayaBanggaJadiKaderPKS
Kami adalah anak panah yg siap melesat. Syura adalah busurnya. Tdk ada ambisi. #SayaBanggaJadiKaderPKS
Org banyak bertanya: kapan ust HNW 'dilesatkan'? Kami hny anak panah. Menunggu waktunya. #SayaBanggaJadiKaderPKS
Manakala tiba waktunya, semua anak panah wajib melesat. Tdk ada ambisi. Hny dedikasi. #SayaBanggaJadiKaderPKS
Tdk ada anak panah yg melesat sblm waktunya. Syura bs salah, tp ia membentengi kami. Salah satunya dr ambisi. #SayaBanggaJadiKaderPKS
Yg tdk ikhlas inginnya cepat dilesatkan. Yg ikhlas tau semua ada waktunya. #SayaBanggaJadiKaderPKS

*by: admin pkspiyungan

Sumber

Minggu, 11 Maret 2012

Kader PKS : Inilah Bagaimana Kami di Bentuk

Islamedia - Di PKS kami kader kadernya diwajibkan menghadiri pengajian rutin sepekan sekali. Mempelajari ilmu ilmu agama, akhlak akhlak yang baik, nilai nilai kemanusiaan, dan nilai nilai ketuhanan. Bertahun –  tahun, pengajian itu kami lakukan. Sampai membentuk karakter manusia yang baik. Bernurani jernih, dan berjiwa lembut. Itulah mengapa, kami selalu bersemangat mengadakan baksos, membatu korban bencana alam.

 

Bukan!
 

Bukan semata karena alasan politik,  kalau hanya karena alasan politik, nisacaya kami tidak akan mau melakukan pekerjaan pekerjaan sosial itu. Yang kami cari jauh melebihi motivasi motivasi duniawi tersebut. Menembus langit, yaitu dalam rangka menyenangkan tuhan kami, Allah swt.

Di pengajian pekanan itulah, kami kader PKS dikontrol, dievalusai, kehidupan kami dalam kurun sepekan tersebut. Kehidupan ruhiyah (amalan amalan) kami, dan kehidupan sosial kami. Diantara kami ada yang grafik nya naik turun. Tetapi naik turun semangat tadi, masih dalam kecenderungan meningkat. Dan dengan proses  penjagaan itulah, kami, kader – kader pks dapat memberikan jaminan kepada masyarakat bahwa kami dapat menjaga amanah, amanah dari rakyat, amanah dari Allah.

Bahwasannya kami punya mekanisme, kami punya instrument penjagaan yang begitu kami taati, begitu kami rindukan dari pekan ke pekannya..

Di pengajian pekanan itulah, poin poin seperti shalat lima  waktu - tepat waktu - di masjid, di evaluasi. Dan tidak sekedar dievaluasi, disanalah kami menemukan alasannya, mengapa kami diperintahkan Allah begitu, apa enaknya buat kami melaksanakan perintah perintah Allah tersebut. Disanalah kami menemukan kawan berlomba, menjadi yang terbaik dimata Allah.

Selanjutnya yang bisa kami sampaikan adalah setiap pekan rata rata kader pks diajak untuk adalah Shaum senin kamis, Shalat Dhuha, Shalat tahajud minimal dua kali, berinfak, dan seterusnya.. termasuk mengkhatamkan Al-Qur'an paling lama sebulan sekali.

Dan dengan semua ketentuan partai itulah kami mendewasakan diri kami, sebagai bagian dari masyarakat, juga sebagai kader partai yang suatu saat akan diamanahkan ke parlemen, atau menjadi kepala daerah, menteri, dan presiden. Menyiapkan kualitas kualitas diri kami, sampai Allah melihat telah sampailah waktunya kami diberi amanah kepemimpinan tersebut.

Maka, kami bisa sampaikan, bahwa calon calon legislatif dari PKS, calon calon kepala daerah dari pks memiliki kualifikasi kedekatan dengan Allah yang kurang lebih seperti penjelasan diatas. Dan terus dijaga setiap pekannya. Memiliki akhlak baik, hati yang peka, dan semangat yang terjaga. Karena untuk itulah kami diwajibkan mengikuti pengajian pekanan tersebut.

Bagi kami kader PKS, jabatan kepala daerah, jabatan di legislative, menteri dan presiden. Adalah amanah amanah yang kami kejar, bukan sebagai ambisi duniawi. Kalau sebatas itu saja alasannya, kalau hanya untuk keuntungan pribadi, kenikmatan dunia, niscaya kami tidak akan mau mengejarnya. Karena kami menyadari betul hakikat kehidupan kami yang teramat singkat ini. Tentang kenikmatan, nanti saja, kami hanya mau kenikmatan abadi, Surga Firdaus..

http://lh6.ggpht.com/_tsIkwFP-edY/TMgsYhXLLlI/AAAAAAAABgw/PPNwhS7aeVw/P1040053%5B4%5D.jpg

Jadi, bagi kami kader PKS, kekuasaan kekuasaan itu adalah jalan untuk memperbaiki sebanyak banyaknya, sebesar besarnya negara kita tercinta Indonesia ini, meningkatkan kesejahteraan rakyat, dan menebar sebanyak banyaknya manfaat dimuka bumi. Dan untuk itu semua, cukup bagi kami, upahnya adalah senangnya tuhan kami, Allah swt. Dan nanti hadiahnya, sama Allah dikasih surga.

Dan karena, begitulah kami kader kader PKS memandang dunia ini, kami selalu dijaga, selalu saling menjaga, untuk tidak tergoda akannya, yang biasa kita kenal dengan korupsi dan sejenisnya..

Semangat, pemahaman, dan  kualifikasi kedekatan dengan Tuhan kami tadi, berlaku untuk semua kader di seluruh bumi Indonesia, di posisi apapun kami berada.

Masyarakat lalu bertanya, apa untungnya buatmu, bersusah payah memperjuangkan orang lain. Tidak! Karena kami tidak melihat jabatan ini sebagai sesuatu yg harus kami miliki secara pribadi, maka jangan heran kalau kami selalu bersemangat mengusung ‘orang lain – orang lain’ tersebut, Dengan bensin dari kantong kantong pribadi kami sendiri. Karena dimata Allah, kami yang memperjuangkan pemimpin pemimpin kami itu memperoleh nialainya sendiri. Dan sungguh kami bersenang hati dengan senangnya Tuhan kami, Allah swt.

Akhirnya kami dapat deskripsikan siapa kader PKS itu dengan deskripsi dari ustadz kami,

Ustadz Rahmat Abdullah:

ada kenyataan seseorang berkat mujahadah keras yang dilakukannya mampu menjaga wudhunya sepanjang hari, mengkhatamkan Al-Qur’an paling lama sebulan, tak putus tahajud, selalu shalat jamaah di Masjid dan selalu puasa senin kamis atau ayamul bidh. dalam muamalah selalu tepat waktu, berbakti kepada kedua orang tua, cair dalam bergaul, argumentatif dalam diskusi, elegan, cemerlang dalam karir dan sejumlah lagi kelebihan

Dan kami akan terus menyampaikan kepada masyarakat, bagaimana  kader kader PKS itu dibentuk. Dan kami akan perlihatkan pada masyarakat kenyataannya, buktinya, deskripsi dari ustadz kami tersebut, Ustadz Rahmat Abdullah diatas.

Bukan Riya’, karena kami tau betul betapa tidak berartinya amalan kami jika tidak dibarengi keikhlasan. Tapi beginilah kami harus berdakwah, menyebarluaskan Syiar, dan mengajak masyarakat, dari kalangan manapun untuk bersama kami, berjuang bersama kami. dan beginilah kami menjawab persepsi dari banyak masyarakat, kalau semua partai itu sama saja, maka jawaban kami tidak, PKS berbeda.
 
Kontributor : Ilham Marnola

PKS Partai Dakwah, dari dulu dan akan tetap begitu


Yg kami harapkan ke istiqamahan nya dalam perjuangan Pks... Dgn tetap di jalur dakwah dan tarbiyah.. (comment on FB. baru saya baca pagi ini)
...


Mungkin tidak ada media (eksternal) yang mewartakan sibuknya PKS setiap saat dalam kerja-kerja Da'wah dan Tarbiyah baik untuk kalangan kader (internal) maupun masyarakat (eksternal). Yang ada adalah hiruk pikuk sensasi politis yang laris manis bagi media pengais rupiah. Itulah pekerjaan mereka (media), dan biarlah mereka bekerja spt itu. Itu urusan mereka. Lantas apa pekerjaan kita (PKS)?

Bagi PKS tiada hari yang terlewati dari kerja-kerja dakwah membina kader dan ummat merawat dan memupuk benih keimanan agar tumbuh laksana pohon yang akarnya kuat batangnya tegak dan buahnya lebat. Pribadi sholih dan menebar manfaat bagi yang lain.

Setiap hari tidak akan sepi dari kerja-kerja ratusan (ribuan) ustadz-ustadzah para murobbi murobbiyah kader-kader PKS membina ratusan (ribuan) kelompok-kelompok halaqoh, liqo, ta'lim. Dari Aceh hingga Papua. Dan itu adalah pekerjaan pokok, kerja utama, amal prioritas, agenda terbanyak dari Partai Keadilan Sejahtera.

Bulan-bulan ini DPP PKS super sibuk setiap akhir pekan mengirim kader-kader senior para ustadz ke pelosok tanah air untuk kegiatan Talaqi Madah, I'dad Murobbi, TFT Murobbi. Setiap pekan, struktur PKS (DPP, DPW) menggelar acara Ifthor dan Kajian sore di kantor-kantor DPP/DPW. (Di DPW PKS DI Yogyakarta, sepekan dua kali tiap Senin dan Kamis. Sewaktu rombongan PKS Piyungan mampir DPP seusai Milad PKS di Senayan, kami melihat banner ifthor jama'i di kantor DPP.)

Setiap bulan DPD/DPC menggelar MABIT (Malam Bina Iman dan Taqwa). Kaderisasi setiap level struktural menta'limatkan Program Usbu' Ruhiy (pekan ruhiyah). DPP juga mengadakan Mukhoyam Qur'aniyah program utk melahirkan hafidz (penghafal qur'an).

Berapa ribu kader murobbi PKS yang terlibat dalam agenda-agenda dakwah dan tarbiyah? dan berapa juta kader/simpatisan yang mendapat siraman ruhani, tambahan ilmu, terjalinnya ukhuwah dengan agenda-agenda dakwah tarbiyah ini? LALU BANDINGKAN DENGAN "KERJA-KERJA POLITIK" PKS! Hanya "segelintir" kader-kader PKS yg "ngurusi" politik (sebagai aleg, menteri, gubernur, bupati). Dan merekapun "JUGA" tetap terlibat dalam agenda dakwah dan tarbiyah (tidak akan pernah lepas). Apakah masih dikatakan PKS bukan partai dakwah lagi? Apakah PKS sudah politik ansich? Politik bagi kami hanyalah salahsatu bagian dari kerja-kerja dakwah.

Saya menulis pagi ini (Sabtu, 23/4/11) jam 07.30 seusai melakukan agenda tarbiyah rutin (semoga Allah SWT menerimanya). Setiap malam sabtu(dinihari), liqo kami punya agenda rutin Tahajud bersama di masjid Al-Ikhlas Piyungan. Kumpul sebelum jam 03.30, lalu qiyamullail hingga subuh, wirid ma'tsurat, dan ditutup dengan riyadhoh kesukaan kami: FUTSAL (lapangan futsal persis di belakang masjid).

Saat ini, sy diamanahi 4 kelompok liqo: madya, muda dan pemula(2). Kalau diamanahi jadi legislator malah akan saya tolak, krn saya tidak punya kapasitas disitu. Sy sudah cukup bahagia meniti hari-hari dengan para mutarobbi. Merawat taqwa, merajut ukhuwah, bersama-sama berkiprah nyata di DPRa/DPC. Turut andil walo kecil dalam membangun peradaban mewujudkan misi suci "Rahmatan Lil 'Alamin". Sungguh kami merasakan kebahagiaan tak terkira dalam jamaah ini. Kami bersyukur pada Allah SWT yang telah mentaqdirkan kami menjadi bagian dari jamaah ini. Dan anda, di jamaah manapun, semoga bisa menikmati indahnya hidup dalam naungan kasih sayang Ar-Rahman Ar-Rahim. Dan semoga Allah SWT kelak mengumpulkan kita semua dalam firdaus-Nya. Amin.

*)penulis: admin pkspiyungan


Sumber 
Kontributor : Ilham Marnola