Musran DPRa PKS Rambutan 2012

Team Ikhwan DPRa PKS Rambutan.

Musran DPRa PKS Rambutan 2012

Team Akhwat DPRa PKS Rambutan.

Musran DPRa PKS Rambutan 2012

Bersama Kita Bisa - Menuju Kemenangan 2014 !.

Musran DPRa PKS Rambutan 2012

Bangun Kerja - Kerja Kita untuk Indonesia yang lebih baik

Musran DPRa PKS Rambutan 2012

Taman Wiladatika Cibubur, Ahad 30 Desember 2012

Senin, 07 Mei 2012

Dukungan Konkrit Untuk Hidayat Didik dari Arab Saudi “Jauh dimata, dekat dalam kontribusi”

Jumat, 20 April 2012, Pukul 23.00

waktu setempat dan hujan gerimis menjadikan suasana menjadi berkah dan bertempat
di Ummul Hammam- Riyadh, Arab Saudi, Pusat Informasi dan Pelayanan Partai Keadilan Sejahtera (PIP-PKS) Arab Saudi mendeklrasikan pembuatan tim penggalangan dana dan dukungan buat pasangan DKI1 (Hidayat – Didik).  Acara penggalangan dana dan dukungan penuh buat Hidayat – Didik merupakan kontribusi proaktif dari kader-kader PKS di Arab Saudi. Kami menyadari walaupun pilkada DKI1 hanya khusus bagi warga DKI Jakarta, namun kebersamaan kami sulit dipisahkan dengan saudara-saudara temen seperjuangan di sana. Ibarat pepatah mengatakan “Jauh Di Mata, Dekat di Hati. Antara Arab Saudi dan Jakarta, Kita Satu Nurani”

Dalam sebuah sambutanya, Ketua PIP PKS Arab Saudi menyampaikan bahwa kalau kader dan seluruh pendukung Hidayat-Didik di Indonesa menggalang dana kampanye “Galibu” (Galang Lima Ribu), maka di Arab Saudi di canangkan kampanye “Galeri” (Galang Lima Riyal). Aksi ini sudah menjadi ‘tradisi’ di partai berlambang bulan sabit, dengan motto yang
sudah tidak asing ‘sunduquna juyubuna’ (sumber dana kita berasal dari saku kita masing-masing).

PIP PKS Arab Saudi telah memberikan amanah melalui SK Penetepan untuk Menjadi Ketua tim Pemenangan Hidayat Didik untuk wilayah Arab Saudi kepada Sdr. Mohammad Kamiludin, Mahasiswa S2 King Saud University Riyadh. Dalam rancangan programnya, Kamil sapaan akrabnya menyampaikan bahwa penggalangan dana akan diadakan dengan berbagai macam cara, diantaranya penggalangan dana rutin pekanan, pegajian akbar, proposal buat kader dan simpatisan, iuran ADK, dan banyak program menarik
lainnya untuk memberikan dukungan kepada Hidayat Didik.

Hadir dalam deklarasi ini Ketua MPW
PIP PKS Arab Saudi yang juga berkesempatan memberikan taujih (pengarahan), Ketua DSW PIP PKS Arab Saudi, Ketua Pembinaan Kader PIP PKS Arab Saudi, Ketua DPD PKS Riyadh, dan kader-kader PKS di Riyadh. Ta’limat (pemberitahuan) acara ini juga insyaAllah sudah diteruskan kepada seluruh DPD-DPD di wilayah Arab Saudi seperti di Jeddah, Makkah, Madinah, Dammam, dan Abha dengan menginstruksikan agar seluruh kader dan simpatisan memberikan dukungan penuh baik dari sisi maal, do’a, dukungan opini dan simpati kepada calon yang diusung yaitu “Hidayat-Didik”. Para kader dan simpatisan di Arab Saudi bergerak untuk memenangkan Hidayat Didik demi Jakarta yang lebih baik dan diridhoi Allah Subhanahu Wata’ala.

Ayo kita Beresin Jakarta ! Allahu Akbar. (tb).
 Riyadh, 1 Jumadil Tsani 1433 H


Penyerahan
SK oleh Ketua DSW PIP PKS Arab Saudi, Ustadz Abu Ja’far kepada Mohammad Kamiluddin

Pelkes 06 Mei 2012

Dokumentasi Pelkes DPRa Rambutan
Ahad, 06 Mei 2012 @ RW 03



Pelkes 29 April 2012

Dokumentasi Pelkes DPRa Rambutan,
Ahad, 29 April 2012 @ RW 04


Sabtu, 05 Mei 2012

Kader PKS, Sebarkan Berita Baik Partaimu Itu !

Indonesia telah mengakui sepak terjang dalam militansi para kader PKS di dunia nyata, kegiatan yang tak pernah ada habisnya pun sering dilakoninya. Tentu hal ini karena mereka mampu meyakinkan diri mereka masing-masing, bahwa apa yang dikerjakannya itu hanyalah untuk Allah SWT semata. Bukan untuk partai ataupun sebatas untuk para pemimpinnya. Kejelasan orientasi ini tentu memberikan dampak yang kuat dalam setiap masa pergerakan dari berbagai kegiatan kader PKS di lapangan. Jangan sampai menyimpang dari apa yang ditujukan, yaitu ikhlas hanya untuk Allah SWT.

Namun, militansi pada dunia nyata semestinya juga menjadi penggerak untuk bisa lebih militansi pada dunia maya. Dua hal ini semestinya menjadi acuan bagi para kader PKS untuk lebih bergerak dimanapun medan juangnya.

Sebagaimana kita mengetahui semua, bahwa PKS telah mendeklarasikan tentang perjuangan PKS mencakup juga pada dunia maya, semestinya seluruh elemen kader PKS di Indonesia dan dibelahan dunia manapun menyambutnya dengan semangat yang kuat.

Pada dasarnya kekuatan dunia maya atau internet, merupakan sebuah dunia yang tanpa batas dan ia mampu memberikan informasi pada setiap orang hanya dalam beberapa detik. Informasi itu bisa berbagai informasi apapun, bisa jadi informasi untuk black campaign PKS, ataupun informasi mengenai berita baik dari PKS itu sendiri. Jika diluarsana, banyak orang yang melakukan black campaign kepada PKS melalui internet, harusnya kader PKS sadar untuk bangkit guna meng-counter black campaign tersebut juga melalui internet.

Siapa sangka Obama mempunyai kekuatan yang besar pada saat proses pemilihannya, hal itu semua terletak pada dunia maya yang difasilitasi oleh sosial media, seperti Facebook dan twitter ataupun MySpace, dll. Tetapi, black campaign yang mengarah pada obama juga tidak sedikit yang di update melalui berbagai sosial media tersebut. "Penangkalan" dari black campaign tersebut juga ternyata melalui sosial media.

Jadi, dunia sosial media semestinya menjadi ajang "dakwah" kepartaian para kader PKS. Jangan sampai kader PKS ogah-ogahan dan malas men-share berita-berita baik yang ditujukan kepada PKS. Jika diluar sana ada sekumpulan orang yang memusuhi PKS

dengan begitu bersemangat, semestinya kader PKS juga mempunyai semangat juang yang lebih tinggi daripada orang-orang yang memusuhi PKS tersebut. Karena dalam hal orientasi, kader PKS jelas hanya ikhlas pada Allah SWT, yang tentunya jika "alat" penyebaran dakwah itu dimusuhi maka tak harus balas memusuhi tetapi harus ada balas memberitakan berita yang baik kepada PKS.

Jutaan kader PKS bisa jadi modal yang besar untuk partai ini dalam mengkampanyekan kegiatan yang baik pada partai dakwah tersebut. Jika ada satu berita buruk yang ditujukan kepada PKS, maka mestinya kader PKS yakin masih ada ribuan berita baik yang bisa mereka share atau dibagikan kepada khalayak umum. Jangan pernah malu memberitakan berita yang baik, karena itu adalah syi'ar dalam kebaikan, ini bukan kegiatan individu yang bisa masuk pada penyakit hati (riya'). Karena ini adalah kegiatan sebuah badan/organisasi/partai maka berita baik yang dishare atau yang dibagikan merupakan syi'ar yang utama dalam pemberitaan mengenai partai Islam yang melakukan kegiatan kebaikan. Jika beberapa partai menggunakan modal hartanya, maka semestinya Kader PKS menggunakan modal kebaikannya untuk menarik simpati kepada masyarakat, jangan sampai berita-berita baik itu didiamkan atau bahkan tidak dibagikan kepada khalayak umum sehingga masyarakat tidak mengetahui mengenai kebaikan Partai Dakwah ini (PKS).

"Kamu tidak bisa memperoleh simpati semua orang dengan hartamu tetapi dengan wajah yang menarik (simpati) dan dengan akhlak yang baik." (HR. Abu Ya'la dan Al-Baihaqi)

Sebuah kutipan dari Hadits Rasulullah SAW, bisa menjadi pemicu, bahwa harta tidak akan pernah bisa membeli simpati masyarakat, tetapi wajah yang ikhlas dan perbuatan akhlak yang baik tentu bisa menjadi peruntuh setiap orang yang hatinya keras lantaran hanya karena materi duniawi semata.

Tetapi, ketika berita mengenai wajah yang ikhlas dalam kegiatan baik yang disertai dengan akhlak yang baik itu tidak pernah di beritakan, tidak pernah dishare, tidak pernah dibagikan kepada masyarakat umum, lalu bagaimana orang mengetahui jika PKS itu adalah partai baik ? Jadi, tutuplah berita buruk itu dengan berbagai berita kebaikan. Tidak perlu meladeni mereka yang telah diliputi keburukan prasangkanya karena Allah SWT sebenarnya sudah menutup hati mereka dengan berbagai keburukan untuk selalu melihat keburukan orang/organisasi/partai lain.

Kader PKS tidak perlu meladeni berita yang buruk, tetapi beritakan berita yang baik saja dari berbagai berita baik untuk PKS. Setiap partai/ormas/organisasi ataupun perseorangan mempunyai berbagai "cacat" yang bisa dengan mudah kita mencarinya, tetapi sebagai seorang muslim yang diajarkan untuk selalu mencari hal yang baik, tentu semestinya kader PKS tak harus mencari sisi buruk dari ormas/partai/organisasi yang melakukan perbuatan buruk tersebut.

Jadi, mulai saat ini, seluruh kader PKS harus memulai membagikan/men-share berita baik untuk PKS melalui internet atau sosial media (Facebook, twitter, blog, MySpace, dll), tak perlu mencari keburukan dari mereka yang buruk ! Setujukah ?

Sketsa Abu Jaisy

http://www.suaranews.com/2012/05/kader-pks-sebarkan-berita-baik-partaimu.html

Hidayat Nurwahid Sudah Biasa Naik Kereta Api ke Yogyakarta

Saya bukan warga DKI, dan tidak akan ikut memilih dalam prosesi Pilgub DKI. Namun saya ikut senang mendengar pak Hidayat Nurwahid maju menjadi salah satu calon. Secara pribadi saya tidak terlalu mengenal beliau, namun saya pernah beberapa kali berinteraksi secara langsung secara tidak sengaja.

Interaksi yang cukup mengejutkan saya adalah saat beliau menjabat sebagai Ketua MPR RI. Saya pernah diajak oleh seorang teman menjemput pak Hidayat di stasiun kereta api Tugu, Yogyakarta. Saya hampir tidak percaya bahwa seorang Ketua MPR naik kereta api Senja Utama kelas bisnis, dari Jakarta menuju Yogyakarta untuk menengok ibunda di Prambanan.

Biasa Naik Kereta Api Senja Utama Kelas Bisnis

Ternyata benar. Beliau naik kereta api Senja Utama kelas bisnis, bersama seluruh anggota keluarga, yaitu isteri dan anak-anak. Saya benar-benar merasa kagum atas sikap yang sangat bersahaja dan sederhana tersebut. Tidak ada ajudan atau staf pribadi yang mendampingi atau menemani, tidak ada protokoler penyambutan di stasiun kereta api. Pak Hidayat diantar dengan mobil Kijang dari stasiun Tugu menuju Prambanan.

Dua hari beliau menengok ibu di Prambanan, saat kembali ke Jakarta beliau juga menggunakan kereta api Senja Utama kelas bisnis. Bukan kereta api kelas eksekutif, bukan pula pesawat terbang. Benar-benar bersahaja. Salah seorang teman yang ikut mengantar beliau ke stasiun Tugu menjelaskan, bahwa begitulah kehidupan keseharian pak Hidayat. Apa yang dilakukan itu bersifat alami, tidak dibuat-buat untuk mencari sensasi atau agar disorot media. Toh nyatanya tidak ada satupun media memberitakan kebiasaan pak Hidayat naik kereta api kelas bisnis ini.

Kejadian seperti ini bukan hanya sekali dua kali, namun sering dilakukan pak Hidayat bersama keluarga. Berbeda dengan beberapa kalangan pejabat yang tidak pernah naik kereta api, namun sekalinya naik KRL langsung disorot media dan diberitakan sampai sebulan. Membuat citra seakan-akan pejabat yang merakyat dan sederhana. Pak Hidayat jauh dari sikap dan perilaku seperti itu. Beliau naik kereta api Senja Utama bukan untuk mencari popularitas, bukan karena kampanye, namun memang demikianlah jiwanya mengajarkan untuk hidup sederhana.

Casing HP Pecah

Sangat banyak kisah kehidupan keseharian pak Hidayat. Salah satunya saya dapatkan dari seorang teman yang pernah menjadi asisten beliau saat menjadi Ketua MPR. Teman ini bercerita, suatu ketika diminta pak Hidayat membelikan lem alteco. Tanpa bertanya kegunaan lem tersebut, sang asisten langsung pergi membelikan.

Setelah lem diserahkan ke pak Hidayat, sang asisten penasaran, digunakan untuk apa lem tersebut. Maka diam-diam ia menyelinap masuk ke ruang kerja pak Hidayat. Betapa terkejut sang asisten menyaksikan pak Hidayat menggunakan lem tersebut untuk memperbaiki casing HP beliau yang retak karena terjatuh.

Ia tidak menyangka, seorang politisi senior, seorang Ketua MPR, masing mengurus casing HP yang pecah. Bukan membeli casing baru, atau membeli HP baru, namun membeli lem untuk memperbaiki casing yang pecah. Lagi-lagi, kejadian seperti ini tidak pernah masuk pemberitaan media massa. Kehidupan beliau sangat sepi dari publisitas. Beliau melakukan segala aktivitas secara alami, tanpa kemasan branding, atau menyewa konsultan untuk memperbaiki penampilan atau membayar media planner untuk mengatur tampilan beliau di media.

Semua berjalan sangat alami, tanpa sentuhan entertainment. Itulah sosok sederhana Hidayat Nurwahid yang sempat saya kenal.

Menjadi Calon Gubernur DKI

Karena telah berbekal sedikit informasi mengenai pribadi pak Hidayat yang sangat bersahaja, saya tidak heran ketika membaca detik.news tanggal 25 April 2012 kemarin yang memberitakjan salah satu aktivitas pak Hidayat sebagai salah satu calon Gubernur DKI. Detik.news memberitakan pak Hidayat Nurwahid menjajal transportasi Ibukota untuk menyerap aspirasi warga. Ia rela antre membeli tiket dan bergelayutan di atas KRL Commuter Line dan bus TransJakarta.

Hidayat tiba di Stasiun Kalibata, Jakarta Selatan, Rabu (25/4/2012) sekitar pukul 10.00 WIB. Hidayat mengenakan batik motif Monas warna oranye diberi tiket kereta Rp 6.500 oleh tim suksesnya. Ia menyapa penumpang yang tengah menanti kedatangan kereta.

Di dalam KRL Commuter Line, Hidayat memilih berdiri. Padahal, ada beberapa kursi yang kosong. Hidayat menanyakan keluh kesah para penumpang kereta. Sejumlah penumpang lalu menumpahkan unek-uneknya. "Kalau bisa kereta ditambah, biar tidak ada penumpukan dan keterlambatan," ujar seorang pria penumpang KRL.

Menanggapi keluhan itu, Hidayat mengaku KRL masih sangat kurang di Jakarta. "Kemarin, sudah ada penambahan KRL 20 rangkaian. Namun, rasionalnya untuk mencapai target penumpang 1,2 juta diperlukan penambahan KRL lagi, mungkin 1.440 KRL lagi. Kalau itu dipenuhi, dibutuhkan anggaran hampir Rp 1 triliun dan itu bukan ukuran yang besar untuk APBD DKI," papar pak Hidayat.

Menurut dia, penambahan gerbong dapat menjadi solusi dan efektif untuk mengurangi kemacetan di Jakarta. "Kita akan memenuhi secara bertahap sehingga angka 1.440 bisa terpenuhi dan bisa mengangkut 1,2 juta orang per hari," janjinya. Ia mengusulkan agar Pemprov DKI melakukan komunikasi yang intensif dengan KAI seperti dengan membuat anak perusahaan KAI. "Intinya, DKI harus siap supaya bisa secepat mungkin sediakan sarana transportasi yang cukup baik supaya tidak ada keterlambatan dan penumpukan penumpang," kata Hidayat.

Bus TransJakarta

Setelah naik KRL Commuter Line, Hidayat lalu bergegas naik bus TransJakarta dari Halte Gambir menuju Halte Harmoni. Ia juga memilih bergelayutan dan berbaur dengan penumpang busway lainnya. Hidayat juga menampung aspirasi para penumpang bus TransJakarta.

Hidayat kemudian turun di Halte Dukuh Atas. Di halte inilah, Hidayat mengantre karcis Rp 3.500 untuk menuju halte Warung Jati. "Nggak (capek ngantre) karena dari dulu manusia jalanan. Sejak tahun 1962 naik bus, metromini termasuk bajaj dan itu sudah biasa, tidak merasa capek," kata Hidayat.

Menurut dia, Jakarta seharusnya menyiapkan transportasi yang nyaman dan tidak menumpuk seperti ini.

http://sosbud.kompasiana.com/2012/04/28/hidayat-nurwahid-sudah-biasa-naik-kereta-api-ke-yogyakarta/